A. Sebab-sebab Pluralitas Ilmu Pengetahuan
Dalam kaitannya dengan kecenderungan pluralitas ilmu pengetahuan disebabkan oleh dua hal. Keduanya dapat diterangkan sebagai berikut :
Pertama, adanya kodrat manusia untuk mengetahui tentang segala hal secara benar dan jelas mulai dari yang paling abstrak, umum dan universal sampai pada taraf yang paling khusus dan sekonkret-konkretnya. Kodrat manusia itu sejalan benar dengan perkembangan kebutuhan hidup dan kehidupannya.
Oleh karena kebutuhan manusia dari masa ke masa menjadi kian kompleks, sumber daya alam pun sudah tidak sebanding lagi dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dalam arti SDA kian menepis, maka akibatnya manusia harus mampu mengolah pikirannya untuk menciptakan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan akan berkembang dalam jenis dan sifatnya jyang semakin plural.
Kedua, perkembangan ilmu pengetahuan ditinjau dari jenis, bentuk dan sifat objek materi ilmu pengetahuan. Tidak dijelaskan bahwa dalam objek materi, baik yang material maupun non material terdapat berbagai macam segi yang plural yang dalam metode penelitian segi-segi tersebut dirumuskan sebagai objek forma atau cara pandang yang mutlak ada. Hal ini dikarenakan kemampuan akal pikiran manusia sehingga pendekatan/cara pandang menurut segi-segi itu sangat diperlukan.
Dampak adanya segi-segi yang kemudian menjadi objek formanya, pengetahuan cenderung menjadi khusus dan plural dan terbentuklah pluralitas ilmu pengetahuan.
B. Jenis dan Sifat Ilmu Pengetahuan
Jenis dan sifat ilmu pengetahuan ditentukan oleh objeknya, dalam artian jenis objek apa dan menurut segi yang sifatnya bagaimana penyelidikan itu dilakukan dengan kata lain ditentukan oleh objek materi dan objek forma.
Menurut objek materi, ilmu pengetahuan dibedakan atas ilmu pengetahuan alam, ilmu pengetahuan kemanusiaan, ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan ketuhanan (theology). Keempat jenis ilmu ini masing-masing berada dalam dirinya sendiri yang berbeda satu sama lain oleh karena objek materi maupun objek formanya yang memang berbeda satu sama lain.
Adapun ilmu pengetahuan alam cenderung bersifat kuantitatif karena objeknya berupa hal-hal yang konkrit. Sedangkan ilmu pengetahuan kemanusiaan dan teologi bersifat kuantitatif karena objeknya bersifat spiritual. Adapun ilmu pengetahuan sosial cenderung berada antara keduanya karena objeknya ada yang sifatnya konkrit dan ada pula yang bersifat abstrak.
Menurut objek formanya, ilmu pengetahuan dibedakan menjadi ilmu pengetahuan filosofis, teoritis dan teknologi praktis (terapan).
C. Ke Arah Kesatuan Ilmu Pengetahuan
Sebenarnya, ilmu pengetahuan yang plural itu tetap berada dalam suatu ikatan atau kesatuan. Hal ini dijelaskan dalam dua faktor. Pertama, adalah manusia sebagai pendukung (subjek) ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang plural itu ternyata semua berasal pada kepentingan manusia dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya untuk mencapai tujuan kebahagiaan. Singkatnya, ilmu pengetahuan yang berbeda-beda itu tetap dari, oleh dan untuk kepentingan manusia itu sendiri.
Kedua, kesatuan pluralitas ilmu pengetahuan itu karena sifat hakekat / bawaan ilmu pengetahuan itu sendiri. Dalam hal ini menurut objek materi dan formanya.
Menurut objek materialnya ilmu pengetahuan adalah plural tetapi tetap berada dalam satu ikatan yang utuh secara ekologis dalam keutuhan antologis. Maksudnya, semua unsur-unsur dalam objek materi itu tidak ada yang dapat berdiri sendiri secara terpisah tetapi harus berada dalam satu kesatuan atau hubungan ekologis yang utuh.
Selanjutnya menurut objek formanya, pluralitas ilmu pengetahuan itu berada dalam satu ikatan utuh di dalam asas dan prinsip-prinsip metode baik induksi-deduksi / analisis-sintesis dalam usaha pengembangan penelitiannya untuk mencapai kebenaran ilmiah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Koment-nya...