Seorang anak yang sedang mengikuti pelajaran mengantuk karena memang cuaca yang sedang panas terik pada saat gurunya menerangkan pelajaran sejarah yang sementara membahas mengenai Kerajaan Majapahit. Karena melihat muridnya terkantuk-kantuk, maka sang guru langsung memberikan pertanyaan:
Guru : He, kamu yang dibelakang, siapa yang membunuh Gajah Mada
Siswa: (dengan setengah kaget spontan menjawab) B..b..b..bukan saya Pak
Guru : (sambil marah-marah) Kamu saya keluarkan dari kelas, silahkan pulang dan besok sudah harus ada jawabannya.
Sang siswa pun meninggalkan kelas dengan langkah gontai menangis menuju rumahnya. sesampai di rumah langsung mendapat interogasi dari Bapaknya.
Bapak: Mengapa cepat sekali pulang, kamu bolos ya? mengapa menangis?
Siswa : Pak guru menuduh saya membunuh Gajah Mada, jelas saya ga mengakuinya...!!!
Bapak : Mengaku saja nak, tidak apa-apa kok.
Keesokan harinya siswa tersebut menemui sang Guru dengan membawa jawaban pasti tentunya.
Guru : Sudah tau siapa yang membunuh gajah mada?
Siswa : Iya, pak. saya mengaku sayalah yang membunuh Gajah Mada.
Guru : (dengan nada jengkel) Dasar Bodoh, Pulang saja ke rumah. berarti kamu tidak mencari jawabannya.
Siswa tersebut kembali ke rumah dengan menangis menemui Bapaknya yang sedang menikmati secangkir kopi pagi.
Bapak : Lho... Mengapa menangis lagi...... kan sudah saya bilang ngaku saja
Siswa : Saya sudah ngaku pak, tapi Pak Guru malah Tambah marah......
Bapak : (tunggu, sambil masuk ke dalam rumah mengambil parang) dengan nada kesal.... apakah sebenarnya yang diinginkan gurumu itu, ayo kita berangkat ke sekolah bersama-sama.
sesampai di sekolah, masih dipekarangan sang Bapak berteriak lantang dan nada menantang
Bapak: He...Pak guru, apa sebenanrnya yang anda inginkan, anakku tidak mengaku dimarahi, mengaku dimarahi pula. Memang Kami berdua yang Membunuh Gajah Mada. Ini Parang yang saya pakai menusuknya.....
Guru : Hmmm....... dasar anak sama orang tua sama saja... makanya
Mewujudkan Pendidikan Yang Berorientasi Entrepreneur, Intelektual, Profesional Dan Kompetitif di Wilayah Timur Indonesia
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Gabung yuk
Postingan Populer
-
Pendidikan memang tidak habisnya dibicarakan. Mulai dari pelajar, guru, lembaga, sistem, yang bisa saja bersentuhan dengan pendidikan. Sepan...
-
Siapa siswa “yang bermasalah” dan pendidikan apa yang cocok untuk mereka. Istilah ‘siswa bermasalah’ digunakan dalam pendidikan yang merujuk...
-
SMK FARMASI YANSAL WATAMPONE berdasarkan Rekomendasi Dinas Pendidikan Kabupaten Bone No. 420/1986/DP tertangal 29 Mei 2013 membuka peluang ...
-
Pembangunan merupakan suatu proses yang berkelanjutan mencakup seluruh aspek kehidupan manusia termasuk aspek social, ekonomi, budaya, polit...
-
Jangan Malas Untuk Belajar - Berita SMK NEGERI 1 BAREBBO
-
Pendidikan bukan lagi hal yang tabu, untuk semua orang pendidikan sangatlah penting. pendidikan dapat merubah pola pikir dari tidak tahu men...
-
Sekolah Menengah Farmasi (SMF) adalah sekolah menengah kejuruan di Indonesia untuk mendidik asisten apoteker. Sekolah ini sebelumnya berna...
-
Secara fitrah tidak seorangpun di muka bumi ini yang menginginkan suatu musibah yang menimpa pada dirinya, musibah dalam arti suatu kejadi...
-
A. Sebab-sebab Pluralitas Ilmu Pengetahuan Dalam kaitannya dengan kecenderungan pluralitas ilmu pengetahuan disebabkan oleh dua hal. Keduan...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Koment-nya...