Selamat Datang di Blog
FARMASI YANSAL, MEMBUKA SMK FARMASI PERTAMA, DAN S2 MANAJEMEN

Blogger news

Website counter

Minggu, 08 November 2009

UPAYA TERCAPAINYA TUJUAN NASIONAL INDONESIA MELALUI PEMBAHARUAN PENDIDIKAN


Pendidikan menduduki posisi sentral dalam pembangunan karena esensi dari pendidikan antara lain adalah dinamika yang di dalamnya terdapat proses yang alamiah ataupun direncanakan yang mengarah pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia yang berbudaya. Pendidikan juga merupakan alur tengah pembangunan dari seluruh sektor pembangunan (Tirtaraharja dan La Sulo, 1996). Bahkan jika pembangunan dan pendidikan dilihat sebagai garis proses, maka keduanya merupakan garis kontinyu yang saling mengisi. Oleh karena itu pembangunan pendidikan adalah merupakan salah satu komponen dan merupakan pilar dari sistem pembangunan nasional. Dengan pembangunan pendidikanlah sumber daya manusia Indonesia dapat dibangun, kecerdasan bangsa dapat ditingkatkan, dan kesejahteraan dapat direntang ke seluruh lapisan masyarakat.
Secara filosofis, pendidikan sebagai suatu proses mengangkat citra manusia dalam berkarya, berinovasi, dan berbudaya. Konsekuensinya adalah bahwa pembangunan pendidikan sebagai upaya pembaharuan akan selalu penting dan aktual untuk dikaji, dipelajari, dan dikembangkan sampai kapanpun juga.
Santoso S Hamijoyo menyatakan bahwa pembaharuan pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta sengaja diusahakan untuk meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan.
Pembaharuan mengikuti perputaran zaman sesuai dengan kurun waktu yang telah ditentukan. Lembaga Kependidikan tidak boleh terpaku pada sarana yang ada, metode yang usang, dan teknik yang lama yang hanya menekankan metode hafalan, sehingga kurang berarti bila diterapkan pada masa sekarang. Lembaga Kependidikan harus mampu membuat program yang efektif dan efisien sesuai dengan perkembangan anak, perkembangan zaman, situasi, kondisi, dan kebutuhan.
Pembaharuan pendidikan hanya dapat dilakukan seiring dengan pelaksanaan pembangunan pendidikan pula dengan perombakan struktural subsistem administratif yang berkenaan dengan pengelolaan pendidikan subsistem operasional yang berkenaan dengan pengelolaan pendidikan dan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar setiap satuan pendidikan agar tercipta tingkat partisipasi, efisiensi, efektifitas, dan relevansi pendidikan yang tinggi. Dengan demikian pembangunan pendidikan adalah suatu proses pembaharuan di bidang pendidikan sebagai upaya pencapaian sumber daya manusia secara optimal yang bermanfaat bagi kepentingan individu/masyarakat dan menunjang pembangunan sektor-sektor lainnya.
Dunia pendidikan sejak lama tidak pernah sepi dari pembaharuan-pembaharuan, sehingga keseluruhan tantangan dan persoalan yang muncul memerlukan pemikiran kembali yang mendalam dan pendekatan baru yang progresif. Gagasan baru sebagai hasil pemikiran kembali haruslah mampu memecahkan persoalan yang tidak terpecahkan dengan cara yang tradisional atau konvensional. Gagasan dan pendekatan baru yang memenuhi ketentuan inilah yang dinamakan pembaharuan pendidikan.




PEMBAHARUAN PENDIDIKAN DI INDONESIA

Faktor-faktor yang Perlu Diperhatikan dalam Pembaharuan Pendidikan

Pembaharuan pendidikan menjadi tema utama bagi pencapaian kemajuan suatu bangsa. Di Indonesia, pembaharuan meliputi segala aspek yang dilakukan secara merata termasuk pembaharuan pendidikan meskipun hasilnya masih terbatas dan tidak semuanya dirasakan oleh siswa. Dalam pembaharuan, yang terpenting adalah aspek proses pendidikan yang berdampak pada hasil belajar siswa atau pelajar.
Pembaharuan pendidikan, terutama di sekolah mutlak diperlukan dan dilakukan agar pendidikan itu sendiri bertambah baik dan merata mutunya. Masalah mutu pendidikan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang amat banyak jumlahnya. Menurut Wijaya dkk (1992), faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pembaharuan pendidikan adalah sbb:

1. Guru

Guru adalah orang yang sangat berpengaruh dalam proses belajar-mengajar. Oleh sebab itu, guru harus betul-betul membawa siswanya kepada tujuan yang ingin dicapai. Guru harus mampu mempengaruhi siswanya. Guru harus berpandangan luas dan memiliki kewibawaan. Kewibawaan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang guru. Guru yang mempunyai kewibawaan berarti mempunyai kesungguhan, kekuatan, dan sesuatu yang dapat memberikan kesan dan pengaruh yang positif.

2. Siswa

Siswa merupakan objek utama dalam proses belajar-mengajar. Siswa dididik dengan pengalaman belajar yang kualitas pendidikannya bergantung pada pengalamannya, kulitas pengalaman-pengalaman, sikap-sikap, termasuk sikap-sikapnya pada pendidikan, serta belajar dipengaruhi oleh orang yang dikagumi.

3. Fasilitas

Proses belajar-mengajar akan berjalan lancer kalau ditunjang oleh sarana yang lengkap. Proses belajar-mengajar tahun dua puluhan berbeda dengan sistem sekarang. Pada saat sekarang ini, sudah banyak alat-alat modern digunakan untuk melangsungkan proses belajar-mengajar.
Fasilitas merupakan masalah esensial dalam pendidikan, sehingga dalam pembaharuan pendidikan kita harus serempak pula memperbaharui mulai dari gedung sekolah sampai kepada masalah yang paling dominant, yakni alat praga.


4. Tujuan

Dalam proses belajar-mengajar, tujuan belajar harus jelas. Tujuan-tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional, tujuan institusional, tujuan kurikuler, dan tujuan yang sangat spesifik (TIK).
Pembaharuan pendidikan tidak akan berhasil kalau mengenyampingkan masalah tujuan, sebaliknya dengan memperjelas tujuan akan lebih mempermudah apa yang harus dilakukan.

5. Kurikulum

Kurikulum dalam arti yang luas ialah meliputi seluruh program dan kehidupan dalam sekolah. Kurikulum sekolah dapat dipandang sebagai bagian dari kehidupan. Oleh karena itu, kurikulum berpengaruh sekali kepada maju-mundurnya pendidikan. Kurikulum tidak statis, tetapi dinamis dan senantiasa dipengaruhi oleh perubahan-perubahan dan kebutuhan.

Pembaharuan dalam Pendidikan di Indonesia

Pendidikan di Indonesia cukup lama bergulat dengan masalah tujuan pendidikan, mulai dari tujuan yang sangat ideal yang dirumuskan di zaman revolusi kemerdekaan dan awal orde baru, sampai pada tujuan umum yang rumusannya melengkapi dan memadukan cita-cita nasional yang terdapat dalam GBHN.
Pembaharuan sebagai solusi untuk mengatasi permasalahan-permasalahan penndidikan di Indonesia, maka dalam GBHN 1999-2004 telah dirumuskan arah kebijakan pendidikan kita, sebagai berikut:

1. Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan meningkatkan anggaran secara berarti.
2. Meningkatkan kemampuan akademik dan profesional serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kependidikan sehingga tenaga pendidik mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga kependidikan.
3. Melakukan pembaharuan sistem kurikulum, berupa deversikasi kurikulum serta menyusun kurikulum yang berlaku secara nasional dan local sesuai kepentingan daerah setempat.
4. Memperdayakan lembaaga pendidikan baik sekolah maupun luar sekolah sebagai pusat pemberdayaan nilai, serta meningkatakan partisipasi keluarga dan masyarakat yang didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
5. Melakukan pembaharuan dan pemantapan sistem pendidikan nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan, dan manajemen.
6. Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efesien.
7. Mengembangkan kualitas suumber daya manusia sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyeluruh melalui berbagai upaya yang proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa.
8. Meningkatkan penguasaan, pengembangan, dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, guna meningkatkan daya saing produkyang berbasis sumber daya lokal.


PENUTUP

1. Untuk memajukan pendidikan di Indonesia perlu dilakukan pembaharuan-pembaharuan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembaharuan-pembaharuan tersebut adalah guru, siswa, fasilitas, tujuan, dan kurikulum.
2. Terdapat empat kategori pembaharuan dalam pendidikan di Indonesia, yaitu: (a) pembaharuan dalam aspek tujuan pendidikan, (b) pembaharuan dalam aspek struktur pendidikan, (c) pembaharuan dalam aspek materi/konten, dan (d) pembaharuan dalam aspek pendidikan dan proses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Koment-nya...

tukaran link

Gabung yuk

Postingan Populer